Jenis Pembayaran untuk Jasa Arsitek Rumah

0
127

 

Salah satu langkah awal yang banyak dilakukan oleh orang yang akan membangun rumah adalah mencari jasa arsitek. Melalui jasa arsitek rumah tersebut, orang banyak berharap untuk dapat memperoleh desain rumah dan sekaligus perencanaan pembangunannya. Menggunakan jasa arsitek dirasa paling penting untuk dilakukan apabila rumah atau banguan yang dibangun sesuai dengan keinginan dan juga dana yang dimiliki.

Namun sebelum memutuskan pada siapa Anda mempercayakan desain rumah, ada baiknya Anda mengetahui beberapa jenis pembayaran yang biasa digunakan oleh penyedia jasa arsitek rumah. Dengan mengetahui jenis pembayarannya, Anda dapat menentukan jasa arsitek mana yang akan Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan dana yang Anda miliki.

  1. Beedasarkan Luas Bangunan

Jensi pertama ini paling banyak digunakan oleh arsitek rumah. Jenis ini juga sangat mudah untuk dijumpai baik itu jasa arsitek online maupu offline. Harga yang dipatok berdasarkan luas bangunan yang akan dibangun oleh klien mereka. Misalnya, jika Anda ingin membangun rumah seluas 100 meter persegi dan jasa arsitek rumah mematok harga Rp 40.000 permeter persegi, ini artinya Anda harus membayar sebesar Rp 4.000.000 untuk desain rumah yang telah jadi. Harga yang dipatok per meter persegi sangat beragam tergantung dengan tingkat kerumitan, penyedia jasa dan juga paket yang Anda terima. Biasanya, dalam satu paket Anda mendapatkan gambar desain rumah 3D, RAB dan lain sebagainya.

  1. Biaya Tetap atau Lump Sum

Jenis pembayaran ini sering dipilih oleh klien yang memiliki dana terbatas untuk membuat desain bangunan atau rumah. Harga yang dibayarkan kepada jasa arsitek rumah berpatok dengan klien. Saat klien datang, ia kemudian memberitahu arsitek rumah ketersediaan dana yang ia miliki. Ia akan meminta kepada jasa arsitek untuk membuatkan desain rumah sesuai dengan dana yang Ia miliki tersebut. Arsitek tidak dapat mengenakan pungutan lain untuk menambahkan paket dalam jasanya. Salah satu alasan klien menggunakan cara ini adalah untuk mencegah jasa arsitek memungut tambahan biaya atas berbagai fasilitas jasa yang ia berikan kepada klien.

  1. Persentasi Biaya Kontruksi

Jenis pembayaran yang selanjutnya ini sangat jarang dan biasanya diterapkan dalam keadaan khusus. Hanya arsitek rumah dengan keahlihan khusus pula yang menggunakan metode ini dalam pembayaran. Arsitek rumah dengan persentasi biaya kontruksi banyak dijumpai pada pembangunan rumah mewah dan klasik. Karena diperlukan keterlitian dan keahliahan khusus dalam membuatnya, harganya juga terbilang mahal. Spesifikasi dan detail yang sangat teliti mambuat harganya berpatok pada keseluruhan biaya pembangunan rumah. Misalya, hasil RAB menunjukkan total biaya yang diperlukan adalah senilai 10 miliar. Dan arsitek rumah menginginkan harga desainnya senilai 3%, maka klien harus membayar sebesar Rp 300.000.000,-.